Begitulah pertanyaan menggelitik yang dilontarkan salah satu peserta seminar parenting bertema “Membangun Karakter Anak di Era Digital: Peran Orang Tua yang Tak Tergantikan”, yang digelar pada 19 Juni 2025 di Auditorium Universitas Sukabumi.
Acara ini diinisiasi oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Relawan TIK Sukabumi, yang menghadirkan ratusan peserta dari ibu-ibu PKK, pengurus Aisyiyah, hingga para guru untuk duduk bersama membahas tantangan pengasuhan masa kini.
Seminar ini menghadirkan 3 orang narasumber, yaitu Ketua PKK Kota Sukabumi, Ketua Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sukabumi, dan Ketua Relawan TIK Kota Sukabumi.
Pertanyaan tersebut menjadi cermin kelelahan sekaligus kegelisahan banyak orang tua hari ini. Sebagian besar dari kita sudah tahu “rumus klasik” parenting digital “pantau, batasi, dan temani”.
Tapi saat anak menghabiskan waktu berjam-jam dengan TikTok atau game daring, dan saat kita sendiri lelah oleh pekerjaan dan beban rumah tangga, apa yang benar-benar bisa dilakukan?
Jawabannya: Bukan Sekadar Mengontrol, Tapi Mendampingi dengan Kasih
Dalam paparannya, Defira NC, Ketua Relawan TIK Kota Sukabumi sekaligus Program Manager ICT Watch tidak menawarkan solusi instan. Ia justru menekankan pentingnya menghidupkan kembali relasi antara orang tua dan anak di dunia digital.
Teknologi bisa menyambungkan dunia, kata Defira, “tapi hanya kasih sayang dan bimbingan orang tua yang bisa menyambungkan hati anak dengan masa depannya.”
Selain langkah-langkah praktis seperti memasang parental control dan mengatur screen time, Defira juga merujuk pada 7 prinsip utama dari Family Online Safety Institute (FOSI) sebagai panduan pengasuhan digital, diantaranya:
- Jaga Komunikasi dengan Anak
Bangun komunikasi terbuka dengan anak tentang aktivitas online mereka. Tanyakan secara rutin apa yang mereka tonton, mainkan, dan bicarakan di media sosial. - Bekali Diri dan Terus Belajar
Jangan berhenti belajar. Ikuti kelas, webinar, atau baca sumber terpercaya tentang teknologi terbaru dan aplikasinya pada kehidupan anak. Ajari anak tentang privasi, jejak digital, dan berpikir kritis terhadap konten. - Gunakan Alat Digital yang Tersedia
Manfaatkan aplikasi seperti Google Family Link, SafeSearch, dan fitur screen time untuk mengelola akses anak ke internet sesuai usia dan waktu. - Tetapkan Aturan Digital Bersama
Libatkan anak dalam membuat kesepakatan tentang kapan, di mana, dan untuk apa mereka boleh menggunakan gawai. Tulis aturan tersebut dan letakkan di tempat yang mudah dilihat. Jangan lupa tegakkan konsekuensinya ya! - Jadilah Teman dan Ikuti Anak di Media Sosial
Menjadi teman di media sosial berarti menjalin koneksi virtual dengan anak-anak dan mengikuti aktivitas online mereka untuk mendukung, mengetahui siapa teman mereka, serta memahami dunia digitalnya. - Jelajahi dan Rayakan Bersama
Tanyakan kabar game favorit mereka, tonton video yang mereka suka, ikut dalam tantangan daring yang positif, dan ceritakan juga pengalaman orang tua. Hal ini akan mempererat hubungan dan memberi mereka rasa dihargai. - Tunjukkan Keteladanan
Anak belajar dari melihat. Jika Anda ingin anak lebih bijak menggunakan teknologi, mulailah dengan mengatur penggunaan ponsel Anda sendiri.
Seminar yang berlangsung hangat ini menunjukkan bahwa tantangan parenting di era digital memang nyata, tapi bukan tanpa harapan. Di tengah gempuran konten tanpa batas dan perubahan teknologi yang cepat, justru peran orang tua menjadi lebih penting dan tak tergantikan.
Comments
Post a Comment